Thursday, October 11, 2018

Beautiful Soul

He had a beautiful soul. A seven-year-old golden boy. He was very enthusiastic, full of energy. Some moments I can recall about him was when he's brought to our computer lab. I remember he asked me, "Did you hear that, aunty?"
"Hear what?" I said.
"Did you hear me calling for adzan?" He said.
"No, could you repeat that?" I asked him.
"Sure, but don't look at me," he said with his cheerful smiling face.
I didn't hear his voice. I heard an angel's voice that shiny afternoon.

Heaven waits for you dear boy. You're an angel himself, waiting for Mommy and Daddy...

In beautiful memory of Fahri
A son, a little friend, an angel...

Bukan Alumni

Cuplikan video ini diambil dari film pendek karya anak-anak alumni MAN Palopo 2017. Film ini sangat berarti buat saya. Bukan hanya krn ada saya disitu yg di shoot secara candid. Ya, itu cuma salah satunya. Namun, mereka mengingatkan saya akan banyak sekali beautiful moments yang sangat berharga untuk dikenang.

Anak-anak ini adalah angkatan 2014 yang tamat tahun 2017 kemarin. Salah satu hal unik yg terjadi pada mereka selama bersekolah di MAN Palopo adalah mereka itu merupakan alumni yg menjalani dua kurikulum yg berbeda, yakni kurikulum 2013 (K-13) dan KTSP atau kurikulum tingkat satuan pendidikan. Dalam hal ini, mereka adalah pioner yg menjalani K-13 sebelum direvisi lalu balik lagi menggunakan KTSP. Dan itu terjadi pada tahun pertama mereka bersekolah.

Selain itu, pada tahun itu juga saya mengajar seluruh siswa kelas tahun pertama dan mengikuti mereka sampai tahun ketiga. Ini memberikan saya banyak kesempatan mengamati dan menilai perkembangan akademik dan karakter mereka. Yang tentu saja terlihat semakin matang pada akhir masa sekolah mereka. Mereka semakin menunjukkan karakter unggul dan dewasa.

Yang unik lagi adalah siswa-siswa ini adalah angkatan pertama yang mengikuti Ujian Akhir Nasional Berbasis Komputer, Ujian Sekolah Berbasis Nasional dan sekian banyak rangkaian ujian akhir sebelum dinyatakan tamat dari madrasah.

Hampir semua siswa di angkatan ini saya kenal secara personal. Awalnya hal inilah yang selalu ingin saya hindari sejak menjadi guru. Sebab ikatan emosional 'guru-murid' kadang membuat saya menjadi over sensitif dan cengeng. Namun mereka mengubahnya menjadi ikatan yg lebih bermakna dan membahagiakan,manusiawi dan penuh cinta.

Overall, sampai saat ini saya tidak menganggap mereka alumni. Saya tetap menganggap mereka sebagai siswa-siswa saya dan menjadi anak-anak saya yang tidak saya lahirkan namun tinggal dalam rumah yang sama, yang selalu saya nantikan kepulangannya sejauh manapun mereka merantau....

#video_credited_youtube_channel_alif_tokutatsu
https://youtu.be/3NMJLOnM2lo

Gadis Kecil Semestaku

Seorang gadis kecil bercerita padaku. Tentang bagaimana orang-orang menilai penampilannya. Mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Menghitung-hitung semua kekurangan fisiknya. Padahal tak satupun dari mereka dikenal oleh gadis kecil itu. Sebab hari itu adalah hari pertama kali mereka bertemu.

Kupikir ia akan goyah dan takut menghadapi  dunia,  bertemu dengan orang baru yang begitu 'takjub' terhadap dirinya yang berbeda. Namun apa jawabnya?  Dia hanya tersenyum dan bilang, 
"Terimakasih atas perhatiannya. "

Dan gadis kecil itu seluruh semestaku...

Teaching is My Universe

Suatu waktu ada yg bertanya,  bagaimana bisa seorang introvert seperti saya jadi guru. Mesti berbicara dan bertemu dengan banyak orang. Yang hampir setiap saat harus bertemu dan bersinggungan dengan orang lain,  bahkan tak dikenal sekalipun. Juga harus selalu berada dalam situasi dimana tidak bisa tidak untuk berkomunikasi aktif dengan orang.

Padahal untuk antri di mesin ATM saja,  saya bisa keringatan. Belanja di pasar juga bikin saya sering tidak nyaman. Menghadiri pesta,  apalagi. Belum lagi jika berkenalan dengan orang baru,  jangan ditanya betapa tidak nyamannya situasi itu.

Jadi apa yang membuat saya,  si introvert,  bisa nyaman dalam situasi 'mengajar'? Satu alasan logis bagi saya,  ketika berada di kelas dengan peserta didik sekitar 20 atau 30 orang,  atau pun di kelas besar bisa mencapai 100 atau 200 orang dalam satu ruangan adalah 'the power'.  Yup, dalam situasi itu saya bisa nyaman karena saya memiliki 'full control'. Saya memiliki kendali penuh terhadap segala situasi dalam ruangan tersebut. Saya yang mengendalikan bahan pembicaraan,  siapa yang boleh menanggapi dan berapa lama saya harus berbicara. Saya yang mengatur sepenuhnya. Sebagaimana biasa,  seorang introvert adalah pendengar yang baik. Tapi dalam situasi mengajar,  I'm a good speaker. 😎

Alasan kedua, karena saya 'selectively social' bukannya 'anti social'. Saat mengajar,  berhadapan dengan peserta didik,  saya 'memilih' pendengar saya. Latar belakang mereka jelas. Mereka orang terdidik dan mau berada bersama saya. Bahkan kita memiliki simbiosis mutualisme. Berbeda saat berada di bank atau di pasar. Saya tidak tahu siapa saja orang yang saya temui,  terlebih lagi jika itu orang yang baru bertemu pertama kali.

Ketika saya menemukan 'passion' saya,  I can't stop. It's my life,  now or never. Because teaching is in my universe. 😍😍😍

Wangi Tanah Basah

Wangi tanah basah selalu sukses menggiring semua kenanganku tentangmu. Saat kita saling diam, saat kita hanya bercanda dalam pikir kita, dan saat kita hanya bisa saling menatap...di kejauhan.

Dirimu hanya berdiri disana. Mengukur jarak dalam kesunyian. Dan aku menghitung berapa tetes hujan yang mampu menawarkan sepi yg kita ciptakan saat itu.

Aku benci sepi. Dan kau selalu ada dalam semesta rinduku. Tanpa syarat. Tanpa prasangka. Dan kau bilang semua pasti akan baik-baik saja.

I Love Myself

Justin Bieber boleh menyindir cewek yg selalu ingin mencari perhatian dan mengintervensi kehidupan orang lain terlalu jauh. Dia boleh bilang 'just go, and love your self'. Dan dia boleh bilang bahwa mereka yg hanya mencintai dirinya sendiri adalah mereka yg egois. Terlepas dari itu semua, saya suka versi akustik lagu itu.

Saya pernah berada dlm posisi seperti si cewek dlm lagu Justin. Yup, who wasn't? Everyone needs at least one person who cares. Dan itupun saya alami.

Namun di saat itu saya sadar bahwa orang pertama yang mencintai diri saya, yang peduli dengan saya adalah : saya sendiri. Sesekali kita perlu 'menghilang' agar orang lain tahu bahwa kita tidak selalu available. Dan dengan penuh percaya diri mengatakan :  I love my self..

#they_are_people
#with_names

Wednesday, October 10, 2018

Mom Don't Worry

"Mom, don't worry. I'm fine. Cuma itu yang mereka miliki. Saya senang karena mereka sudah bersusah-susah menghabiskan waktu untuk memikirkan saya. " Itu katanya suatu saat, ketika ada orang yang mencela dirinya, menyebut-nyebut kekurangan fisiknya, di depan dia.

Dia. Tentang dia. Semua hanya tentangnya. Seluruh duniaku, cintaku adalah dia. Saat dia sakit, saat dia gelisah, saat dia kecewa... rasanya seluruh semesta hidupku ikut luruh tak berdaya.

Tapi dia begitu kuat. Tegar dan kokoh. Karena dia adalah bentuk paling sempurna yang pernah Tuhan titipkan buatku. Dan dia cuma senyum dan bilang, "Mom, I don't have to explain anything. I'm already perfect."

#my_princess
#my_universe

Sunday, October 7, 2018

I'm Leaving, Seriously

Ada orang-orang tertentu yang masuk ke dalam hidup kita hanya untuk memberikan rasa sakit. Entah karena memang mereka memiliki maksud seperti itu atau karena kita mengijinkan serta memberi ruang dan kesempatan bagi mereka untuk menyakiti kita. Dan bodohnya, kita menyadarinya.

Namun berterima kasihlah kepada orang-orang yang pernah menyakiti, mengkhianati, mengingkari janji dan membuat kita terpuruk jatuh dan mungkin hampir tidak bisa bangkit lagi. Karena dari merekalah, kita bisa menghargai keberadaan orang-orang lain yang pantas memperoleh perhatian, kasih sayang dan cinta kita.

Ada kalanya cinta hadir pada tempat, waktu bahkan orang yang salah. Di saat itu kita menjadi buta tuli dan bodoh hanya karena kata-kata mesra berbunga-bunga. Kita diayun-ayun dengan ungkapan rindu yang mendayu-dayu dan suara merdu. Padahal di balik itu semua hampa dan sebenarnya tidak bermakna apa-apa. Karena sang empunya cinta tidak mengenal bahwa ikatan rindu- cinta adalah ikatan timbal balik, ikatan 'saling' yang tidak egois dan merupakan satu keutuhan rasa.

Dan pada satu titik, kita akan mendapati bahwa rasa itu tidak lagi memiliki makna. Seolah-olah hanya kita seorang saja yang terus menerus berjuang. Di saat itulah kita harus berhenti. Bukan menyerah. Mungkin kita berjuang untuk sesuatu yang salah. Dan itulah waktu yang tepat untuk pergi agar mereka yang tidak menghargai kita tidak lagi bermain-main tentang hati dan rasa.

#we_are_people
#with_names

Jam Terakhir Pukul Satu