Wednesday, November 29, 2017

Hal Kecil Yang Mengubah Hariku

Satu hal kecil yg dilakukannya mungkin dianggap tak berarti. Namun bagi saya it was worth a million. Saya bertemu dia di pagi hari, sedang membukakan pintu gerbang sekolah utk guru yg berkendaraan roda empat,  tanpa disuruh. Suatu siang, saat  saya mengajar dikelasnya,  dia tengah membersihkan papan tulis,  tanpa diminta. Di kesempatan lain,  saya bertemu dengannya menyusuri jalan setapak sepanjang lapangan menuju kelas,  dia menawarkan membawakan ransel dan buku-buku saya.

Seusianya,  di generasinya,  mungkin agak sulit menemukan sosok anak remaja seperti dirinya. Yg dgn ringan tangan melakukan hal-hal kecil that make difference for others..

Hal-hal yg dilakukannya buat saya itu sangat memberi perubahan besar,  at least for me. Setidaknya hal itu merubah cara pandang saya terhadap remaja seusia dia. Bahwa mereka bukan hanya sensitif thdp hal-hal  yg berpusat pada diri mereka. Namun ada remaja di jaman now juga peka terhadap kebutuhan orang lain. It surely changed my world...

Friday, June 30, 2017

Mother

Mother, I still remember the moment, when nobody seemed to care that I also need time for myself. You rubbed my head and combed my hair with your fingers, that looked so pale. My tears fell down my cheecks that I didnt care to wipe. You said nothing, as if you know that was all I need. And the tears dried away, suddenly.

Mother, I still remember the time, when I had it all wrong. The world turned upside down all around me. But you always, always forgave my imperfection. And turned it all right, perfectly.

Mother, I still remember the time, when I had all this pain and wounds leaving scars through the bottom of my heart. You stood there, grabbed my hands and smiled. You said nothing and you told me to smile. Even if it was only a fake smile.

Mother, I still remember the moment, when people took all my time that I cant even save myself out of my crazy love and misery life. You always, always called me. Even then I missed your call and didnt call back.

Mother, I still remember the time, when I felt like giving up my life. When no one seemed to understand. You gave me permission to cry. On your shoulder, so fragile by old age. That I fell asleep, and woke up and relieved.

God, I wanna go home. I miss my Mom...

Memoirs of Rain in June

Raining is always about memories. Some are about joy, some bring tears. From the first drop of it, I can feel on the tip of my nose. It is soft and gentle.

The sound of the first drops on the roof of my house, always bring me to my childhood. Full of wonders and adventures with early friendship. Some drops can bring me back to the saddest moment when Daddy didn't come home anymore.

The smell of wet soil is another story. Drops of the rain stop on earthen pot of my Mom's lovely daffodil. It is a parfume of nature that God intentionally created. To remind me that I am made of earth.

Friday, March 24, 2017

A Whiter Shade Of Pale : Is it Love or (Just) One-Night-Sex?



We skipped the light fandango
Turned cartwheels 'cross the floor
I was feeling kind of seasick
The crowd called out for more
And the room was hummin' harder
As the ceiling flew away
And when we called out for another drink
But the waiter brought a tray

And so it was later
As the miller told his tale
That her face at first just ghostly
Turned a whiter shade of pale.

You said: "There is no reason,
And the truth is plain to see."
But I wander through my playin' cards
Would not let him be
One of the sixteen virgins
Who were leaving for the coast
And although my eyes were open
They might just as well been closed

And so it was later
As the miller told his tale
That her face at first just ghostly
Turned a whiter shade of pale.
A whiter shade of pale
Turned a whiter shade of pale
A whiter shade of pale


.......................

Suatu sore pas bareng temen denger lagu itu di mobilnya. Terkenang masa SMP taun 90-an. Versi Annie Lenox emang ga ada abisnya. Bikin baper. 



Trus, inget lagu itu pertama rilis di London (kali) oleh sebuah band yg namanya menurutku rada-rada kek obat batuk gitu.. hihihi. Procol Harum. Yeaaah!!!!!!

Duuuuh... alunan musiknya bikin balik ke taun-taun itu waktu masih keciiiiiil banget. Nah, gregetan gugling liriknya. Kok agak gak ngeh. Lha cari makna lagunya di mbak Wiki (eh.. mbak or mas yah...). Yang nerjemahin "keremangan pucat pasi". Glek!!! Apaan sih? Remang-remang biasanya gelap. Kok pucat pasi.. Hmmm...

Setelah gali sana sini... dapet nih makna lagu tersebut. Ternyata lagu itu bercerita tentang hubungan antara lelaki dan perempuan (maksudnya hubungan intim...) setelah bernegosiasi saat si lelaki sedang dalam perjalanan.Waduh!! Ini kah yg disebut one-night-sex atau cinta semalam. Entah...

Yang pastinya pencipta lagu itu si Keith Reid, terinspirasi dari ungkapan yg didengarnya saat berada di sebuah tempat hiburan malam yakni "whither shade of pale" itu...

Walau pun sampai sekarang aku masih tergila-gila dengan lagu tersebut, tentu bukan karena 75 tahun terakhir lagu itu menduduki peringkat teratas di BBC. Tapiiiii krn emang lagunya ngengenin bangetssss.....

Coba aja deh

Lagu ini ditulis dalam bentuk Metafora yang menceritakan hubungan antara lelaki dan wanita yang melakukan suatu "hubungan" setelah melewati beberapa negosiasi. Lirik liriknya menceritakan rayuan mabuk dari seorang lelaki kepada wanita disaat sang lelaki berada di perjalanan.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/waldiansyahagus/misteri-lagu-a-whiter-shade-of-pale_5770c4f2329773e6048c5664
Lagu ini ditulis dalam bentuk Metafora yang menceritakan hubungan antara lelaki dan wanita yang melakukan suatu "hubungan" setelah melewati beberapa negosiasi. Lirik liriknya menceritakan rayuan mabuk dari seorang lelaki kepada wanita disaat sang lelaki berada di perjalanan.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/waldiansyahagus/misteri-lagu-a-whiter-shade-of-pale_5770c4f2329773e6048c5664



Thursday, March 16, 2017

Kejutan Kecil

Terbangun oleh gigitan seekor semut kecil adalah berkah yang luar biasa pagi ini. Ketika alarm lupa distel. Ketika pagi ini mendung dan burung-burung malas bernyanyi. Dan ketika mbak pedagang sayur tidak membunyikan klakson.

Tuhan selalu punya cara menghidupi seluruh alam. Tak terkira besarnya nikmat yang kurasakan semenjak gigitan semut kecil yang jadi sobatku pagi ini. Pilihan hidup yang selalu menyertai langkahku.

Dan sekarang, jawaban pertanyaanmu kemarin nak, tentang bagaimana menyelesaikan masalahmu. Alam menyediakan sekitar 53.867 ribu cara. Itu banyaaaaaak sekali, hitung aja sendiri. Dan satu cara telah kau coba yaitu dgn menanyakannya padaku. Jadi kau masih punya 53.866 ribu cara lagi yang belum kau coba.

Ganbatte Mahesa💪💪💪💪
😍😍😍😍😍😍😍

Mother, I'm coming home

Mother, I still remember the moment, when nobody seemed to care that I also need time for myself. You rubbed my head and combed my hair with your fingers, that looked so pale. My tears fell down my cheecks that I didnt care to wipe. You said nothing, as if you know that was all I need. And the tears dried away, suddenly.

Mother, I still remember the time, when I had it all wrong. The world turned upside down all around me. But you always, always forgave my imperfection. And turned it all right, perfectly.

Mother, I still remember the time, when I had all this pain and wounds leaving scars through the bottom of my heart. You stood there, grabbed my hands and smiled. You said nothing and you told me to smile. Even if it was only a fake smile.

Mother, I still remember the moment, when people took all my time that I cant even save myself out of my crazy love and misery life. You always, always called me. Even then I missed your call and didnt call back.

Mother, I still remember the time, when I felt like giving up my life. When no one seemed to understand. You gave me permission to cry. On your shoulder, so fragile by old age. That I fell asleep, and woke up and relieved.

God, I wanna go home. I miss my Mom...

Friday, March 10, 2017

Zootopia : Wujud Persahabatan Antar Kelinci dan Musang

Nonton film #Zootopia jd bikin senyum-senyum sendiri. Sebenarnya udah lama nonton film ini. Teringat karakter dalam film si kelinci Judy Hopps yang begitu bersemangat mewujudkan cita-citanya dan bekerja tanpa pamrih. Lalu ada Nick Wilde si rubah yg awalnya tukang tipu kemudian akhirnya menjadi tokoh baik. Terus ada Dawn Bellwheter si domba yg kelihatan lugu dan suuuuper baik namun merupakan mastermind dari seluruh kejahatan di Zootopia.

Saya tersentuh dgn kecerdasan jalan cerita film ini. Awalnya semua berupa puzzle. Kok bisa? Karakter yg awalnya buruk, bisa jadi baik. And vice versa. Ternyata semua berpusat pada satu titik : kebaikan.

Ada orang-orang dalam hidup kita begitu terinspirasi, tergugah hatinya setelah merasakan suatu tindakan baik yg dilihat atau diterimanya. Namun tak sedikit diantara kita, justru merasa tidak nyaman jika kebaikan bertebaran dimana-mana. Mereka kadang risih jika ada orang lain yang mendapatkan lebih banyak kebaikan. Ada nggak? It's true.

Dan film ini menjadi cerminan tokoh-tokoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Bahwa tidak mudah menemukan sahabat sejati. Butuh proses yang paaaaaanjang dalam ujian dan cobaan yang lama. Bahkan selama apapun kita mengenal seseorang sebagai seorang teman, belum tentu mampu menjadi sahabat.

Saya tersenyum kembali mengenang film ini bahkan berencana menonton sekali lagi. Sebab di film ini benar-benar saya temukan musang berbulu domba dan rubah berhati biri-biri. Bukan hanya ungkapan semata.

#cheers

Friday, February 24, 2017

Thing I Would've Regretted

While we are complaining for being tired after working all day, arguing to choose the perfect restaurant for our birthday celebration, debating the school we want to send our children to study, and doing it over and over every day, every hour, every minute and second; without realizing that on the other part of the earth, some people, our brothers and sisters have no room for complaining. They dont have time arguing, nor even debating their job, food, and study. Their lives are at stake under bombs and missiles... I can't believe I would say this, but I'm so ashamed that I still sit here and do nothing about it.

Fort Rotterdam : Kisahmu 14 Tahun Lalu

Kisah di Fort Rotterdam ini sudah berlalu   14 tahun. Lebih dari satu dekade. Namun setiap kali kucoba mengenangnya, selalu saja ada mata rantai yang putus dalam kisah itu. Aku tak bisa memahami kemana kenangan itu pergi. Menguap begitu saja.

Kisah di Fort Rotterdam itu bukan hanya tentang persahabatan. Juga tentang perjuangan. Tentang pengorbanan. Tentang harga diri. Apakah hanya aku yang mengenangnya.

Dua bulan, kami berlima. Aku, Oga, Ari, Fahmi dan Rido harus berkenalan dengan benda-benda purbakala di Museum Lagaligo. Peninggalan jaman kuno yang mungkin anak SD lebih tahu. Masih terbayang jelas saat harus mendata ulang buku-buku perpustakaan. Tak terbayang betapa mengesankannya saat melihat buku tua penuh debu untuk dibuatkan katalog baru.

Mungkin aku akan lebih terkesan ketika istirahat membuka bekal makan siang lalu sholat berjamaah di penjara Pangeran Diponegoro. Kesan hening, mistis dan agak menyeramkan, kurasa.

Atau kesan ketika kami berlima duduk di bawah pohon beringin tua depan gereja. Yang saat hendak berpisah, kami hanya bisa menangis. Bukan sedih sebab mungkin tak bertemu lagi. Tapi pohon beringin penuh kenangan itu harus ditebang, pada akhirnya.

Apakah hanya aku yang mengenang. Ketika naik ke atas tembok Benteng Ujungpandang. Melihat ke arah Losari. Menatap Pulau Kahyangan, Barang Caddi dan Baranglompo. Bahkan angin pantai pun masih terasa menembus kisi hatiku. Dan debur ombaknya pun masih mampu menggetarkan jantungku.

Apakah hanya aku yang terus mencari. Sebuah kisah yang tak lagi mampu diceritakan. Kisah pilu yang tak ingin dikenang. Atau kisah cinta yang selalu mewarnai hari-hariku, hingga kini. Atau mungkin kita terlalu pandai menutupi, berpura-pura itu tidak lagi bermakna. Atau karena kita terlalu gengsi untuk mengakui bahwa sebenarnya kita saling merindu.

Tak apalah. Fort Rotterdam adalah saksi bisu perjuangan. Hal yang kusesali saat terakhir menjengukmu, aku hanya datang sendiri. Tapi aku bahagia masih bisa menceritakannya..

Kisah Hujan

Mendung lagi siang ini. Musim hujan begini kadang bikin 'baper'. Entah karena suasananya. Atau karena banyak kisah yang terjadi saat hujan. Atau mungkin memang benar yg dikatakan orang bahwa hujan itu terdiri dari hanya 10% air. Sisanya adalah kenangan.

Dan memang benar. Hujan jatuh sedikit-sedikit. Ada titik-titik air di koridor kelas. Tetes air hujan sudah mulai mencipta harmoni di atap kelas. Dan daun-daun jeruk nipis di depan Lab Biologi tempat Ibu Sugiyah mengajar, sudah tampak hampir seluruhnya basah.

Hujan sudah seluruhnya turun. Membasahi lapangan basket. Bahkan sudah membentuk genangan di sekitar selokan ke arah jalan raya.

Dan aku masih disini menanti hujan reda. Sedikit-sedikit tetesnya mengenai ujung sepatuku. Percikan genangan air juga tak mau kalah turut membasahi keliman rokku yang menjuntai saat menyeberang dari satu gedung ke gedung lainnya.

Setiap tetes hujan adalah kenangan. Sama seperti tetes hujan yang menyirami kita saat menunggu microlet di trotoar Mesjid Raya. Apakah ini adalah tetes hujan yang sama menyirami kita saat berlari di jalan kampus mengejar kelas Kewiraan sore itu. Apakah ini juga hujan yang sama yang membasahi kita saat pertama kali aku mengunjungi kotamu.

Dan jika jawabnya benar iya, biarkan diriku tetap berharap bahwa kenangan itu masih disana. Dikisahkan oleh hujan. Saat tak ada lagi yang bisa menceritakannya.

Thursday, January 26, 2017

Secret vs Understanding

Ada banyak hal yg tdk perlu diucapkan, apalagi hal itu mungkin menyakitkan. It's not a SECRET, I call it 'UNDERSTANDING'.

Jam Terakhir Pukul Satu